Forum Sepak Bola

Forum Bolaku merupakan suatu wadah informasi yang memberikan info terbaru seputar jadwal pertandingan bola,hasil skor pertandingan, prediksi pertandingan,liga champion, liga inggris, liga spanyol,liga itali, piala dunia, euro,bursa taruhan bola, video pertandingan bola, riview pertandingan bola, liga indonesia, live score, update berita bola dan semuanya yang berhubungan dengan bola pasti akan di update disini dengan ulasan yang lengkap dan terupdate.
21-04-2013

5 Pemain Dengan Selebrasi Paling Nyeleneh dan Kontroversial

Selebrasi merupakan hal wajib bagi pemain sepak bola setelah berhasil mencetak gol. Dari sekian banyak selebrasi, ada juga selebrasi unik yang dilakukan oleh beberapa pesepakbola.

Bagi seorang pemain, mencetak gol dan berhasil membawa tim yang dibela meraih kemenangan merupakan hal membanggakan dan merupakan tujuan dari semua pesepakbola. Maka dari itu, demi bisa mencatatkan namanya di papan skor, semua pesepakbola akan memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk berhasil mencetak gol dan membawa kemenangan untuk timnya.

Berbagai gaya dikeluarkan setelah mencetak gol mulai dari berteriak, berlari ke arah suporter, memeluk rekan satu tim dan lain sebagainya.

Namun ada juga beberapa selebrasi nyeleneh bahkan hingga menimbulkan kontroversial yang dilakukan pesepakbola.
Berikut 5 Pemain Dengan Selebrasi Paling Nyeleneh dan Kontroversial.

1. Mario Balotelli

 


Balotelli adalah salah satu pemain yang dimiliki Italia. Namun, skill mumpuni yang dimiliki mantan pemain Manchester City ini kalah dibandingkan aksi konyol nya di dalam ataupun luar lapangan.

Salah satu aksi konyolnya adalah saat masih bermain untuk City dengan melakukan selebrasi saat memetik kemenangan 6-1 atas Manchester United di Old Trafford, 23 Oktober 2011. Super Mario bermain sejak menit pertama, Balotelli berhasil mencetak gol pada menit ke 22 dan 60.

Saat mencetak gol pembuka pesta kemenangan The Citizens, Balotelli membuka jersey nya dan memperlihatkan kaos dalam bertuliskan "Why Always Me?". Hal itu dilakukan mantan pemain Inter Milan dan AC Milan tersebut sebagai sindiran kepada media Inggris yang sering membuat berita negatif tentang dirinya.


2. Luis Suarez


Penyerang timnas Uruguay ini tak pernah lepas dari aksi kontroversi ketika sebelum pindah ke Barcelona. Salah satu aksi kontroversinya di lapangan adalah saat melakukan selebrasi usai membobol gawang Everton di pertandingan pekan ke-9 Liga Primer Inggris saat itu ia masih bermain bersama Liverpool, pada 28 Oktober 2012.

Pada peertandingan yang berlangsung di Stadion Goodison Park tersebut, Suarez berhasil mencetak gol ke gawang Everton pada menit ke-14. Pemain berjuluk El Pistolero itu berlari ke arah bench The Toffees, sembari menjatuhkan diri seolah tengah melakukan aksi diving.

Selebrasi tersebut diyakini sebagai aksi balasan Suarez terhadap komentar pelatih Everton saat itu, David Moyes sebelum pertandingan. Moyes menyoroti reputasi Suarez sebagai pemain yang sering melakukan diving.
Namun, pada pertandingan tersebut Liverpool ditahan imbang dengan skor 2-2.


3. Emmanuel Adebayor


Pemain asal Togo ini memilih hengkang dari Arsenal dan hijrah ke Manchester City pada musim panas 2009. Mendapat gaji besar adalah salah satu alasan Adebayor untuk angkat kaki dari Emirates Stadium ke Etihad Stadium. Keputusannya itu mendapat cemoohan dan kritikan dari para suporter Arsenal.

Dia akhirnya berjumpa dengan mantan klubnya pada 12 September 2009. Pada pertandingan yang digelar di Emirates Stadium tersebut, The Citizens sukses meraih kemenangan dengan skor 4-2. Dan Adebayor berhasil menyumbang satu gol pada menit ke-80.

Setelah mencetak gol dengan sundulan, pemain 30 tahun tersebut berlari dari ujung lapangan ke ujung lapangan tempat di mana fans Arsenal berada. Dia berlutut sembari membentangkan tangannya di hadapan para fans Arsenal.

Selebrasi nyeleneh Adebayor tersebut mengundang kemarahan fans Arsenal. Akibatnya, sepanjang pertandingan fans Arsenal menghina mantan pemain Arsenal itu. Meski pada akhirnya meminta maaf, namun Adebayor yang kini membela Tottenham Hotspur diskorsing dua pertandingan dan denda 20 ribu poundsterling.


4. Stephen Ireland


Nama Ireland cukup terkenal saat membela Manchester City di waktu 2005 hingga 2010. Meski tak sekalipun mempersembahkan gelar juara, namun pemain kelahiran 22 Agustus 1986 ini adalah salah satu pemain penting di lini tengah The Citizens.

Dari 23 gol yang dicetak bersama Man City, Ireland pernah sekali melakukan selebrasi unik. Dan itu dilakukannya saat melawan Sunderland di laga Liga Primer Inggris, 5 November 2007.

Menerima umpan lambung Darius Vassel dari sisi kiri, Ireland langsung mengirimkan bola ke dalam gawang Sunderland dengan tendangan voli pada menit ke-67. Setelah mencetak gol, Ireland berlari dan menurunkan celananya. Akibatnya, pakaian dalam Ireland dengan logo Superman terlihat jelas. Beruntung, ia tidak mendapatkan sanksi dari FA.


5. Robbie Fowler



Fowler adalah salah satu pesepakbola yang jarang melakukan aksi kontroversial baik di dalam maupun luar lapangan. Namun, ia pernah melakukan selebrasi nyeleneh yang masih diingat sampai sekarang, yaitu saat bermain bersama Liverpool pada pertandingan melawan Everton di laga lanjutan Liga Primer Inggris musim 1998/99.

Sebelum pertandingan yang digelar di Stadion Goodison Park, pada 3 April 1999, Fowler ditimpa isu tak sedap. Legenda The Reds ini dituding pendukung The Toffees sebagai pengguna kokain. Tuduhan itu pun membuat kuping Fowler panas.


Setelah mencetak gol pembuka untuk The Reds melalui tendangan penalti pada menit ke-15, Fowler seketika melakukan selebrasi dengan menghirup garis putih di dekat gawang seolah-olah itu adalah kokain. Kendati sukses membawa Liverpool menang 3-2, namun selebrasi provokatif tersebut membuat pemain yang kini berusia 39 tahun tersebut diganjar skorsing empat laga plus denda 60 ribu poundsterling.


Baca Juga :

7 Tragedi Terburuk Dalam Sepak Bola

Di dunia ini memang semua manusia tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap dirinya, bisa jadi kejadian yang ia harapkan yang terjadi atau bisa juga kejadian yang tidak diinginkan seperti sebuah tragedi kecelakaan. Dalam sepak bola juga sudah banyak terjadi tragedi berdarah yang tidak disangka dan diinginkan, tetapi itu semua adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Berikut adalah 7 Tragedi Terburuk Dalam Sepak Bola versi FTS90

 1.)Tragedi Stadion Ibrox

  • Tanggal: 5 April 1902
  • Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia


Diawali dari sejarah buruk sepak bola Skotlandia. Saat itu tengah digelar pertandingan antara timnas Skotlandia dan Inggris.

Tragedi tersebut terjadi saat pertandingan berjalan pada menit ke-51, tribun selatan bagian belakang runtuh yang sebenarnya baru dibangun, tribun yang terbuat dari kayu ini runtuh karena hujan deras yang mengguyur pada malam sebelumnya. Para suporter jatuh dari ketinggian 12 meter kebawah tribun, 25 orang meninggal dan mencederai 517 orang lainnya.
Dan sedihnya, Stadion Ibrox kembali mengalami tragedi pada tahun 1961 dan 1971.              


2.) Tragedi Ibrox Kedua

  • Tanggal: 2 Januari 1971
  • Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia


Lagi, Tragedi terjadi di Stadion Ibrox. Saat itu sedang digelar pertandingan antara Rangers dan Celtic, laga masih berkedudukan imbang 0-0 sampai menit 89, namun Celtic berhasil membobol gawang Rangers di menit-menit akhir pertandingan, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Celtic, dan para suporter Rangers mulai meninggalkan stadion. Kerumunan suporter Rangers yang meninggalkan stadion secara bersamaan dan berdesakan menimbulkan kepanikan saat banyaknya orang yang terjepit, dan kehabisan nafas termasuk anak-anak, dan menewaskan 66 orang serta mencederai lebih dari 200 orang lainnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, disaat detik-detik terakhir perpanjangan waktu, Rangers berhasil menyamakan kedudukan lewat gol dari Colin Stein, dan para penonton yang sudah meninggalkan stadion kembali mencoba masuk ke dalam, sehingga bentrok dengan penonton yang ingin keluar. Para ofisial tidak sependapat dengan ini karena mereka mengklaim para penonton sama-sama berjalan beriringan keluar stadion. Bagaimanapun, rumor dari gol yang dibuat Colin Stein masih ramai diperbincangkan dan dipercayai hingga tahun-tahun berikutnya.


3.) Tragedi Heysel

  • Tanggal: 29 Mei 1985
  • Lokasi: Stadion Heysel, Brussels, Belgia



Pada final Liga Champions 1985 yang mempertemukan Liverpool melawan Juventus, laga tersebut digelar di Stadion Heysel, Belgia. Tembok di stadion Heysel rubuh sebelum pertandingan berjalan. Tembok stadion itu rubuh karena desakan dari para suporter Juventus yang mencoba menjauh dari para fans Liverpool yang mencoba mendesak dan menyerang mereka, akibatnya sebanyak 39 suporter meninggal dan 600 lainnya terluka, kebanyakan korban adalah para suporter Juventus.

Saat pertandingan berlangsung, kepolisian setempat masih mencoba untuk meredam aksi anarkis para suporter. Dan pertandingan itu dimenangkan oleh Juventus melalui penalti kontroversial Michel Platini. Dan semenjak kerusuhan ini, klub Inggris dilarang bertanding di semua ajang kompetisi UEFA, dan larangan ini baru dicabut pada tahun 1990-1991.

Latar belakang dari kejadian ini adalah pada tahun sebelumnya (1984) saat Liverpool juga mencapai partai final dari kejuaraan yang sama dan menghadapi AS Roma, di stadion Olympico, Roma. Liverpool menang melalui adu penalti. Dan setelah partai final itu, Suporter AS Roma menyerang suporter Liverpool, sampai-sampai suporter Liverpool harus dikawal kepolisian setempat saat kembali ke hotel dan beberapa ada yang berlindung di Kedutaan Inggris. Dan suporter Liverpool mencoba membalasnya kepada sesama suporter klub Italia.

4.) Tragedi Kebakaran di Bradford

  • Tanggal: 11 Mei 1985
  • Lokasi: Stadion Valley Parade, Bradford, England



Kali ini api yang menjadi sumber petaka. Pada hari dimana tim sepakbola Bradford City merayakan titel juara Liga Divisi Tiga. Kejadian terjadi saat pertandingan tim Bradford City melawan Lincoln City. Disaat pertandingan berjalan, salah satu suporter berulah dengan membuang puntung rokok yang masih menyala dan melemparnya ke belakang tribun stadion yang terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti tumpukan koran dan kain.
Dan kemudian, 5 menit sebelum babak pertama berakhir, asap putih muncul dari tribun belakang dimana puntung rokok dibuang, dan polisi mulai menginstruksikan para suporter untuk pindah dari blok G, tempat dimana api mulai terlihat. Dan 3 menit kemudian, wasit menghentikan pertandingan yang saat itu masih berkedudukan imbang 0-0.

Saat para suporter hendak dievakuasi turun ke lapangan, ada beberapa yang masih terjebak terjebak di tribun blok G, para suporter yang ada di dalam stadion juga mencoba mendobrak pintu keluar yang dikunci untuk menghindari suporter lain masuk saat pertandingan, dan itu benar-benar menolong banyak nyawa para penonton yang panik akibat kebakaran hebat di tribun. Banyak kayu dan material yang meleleh jatuh menimpa para penonton yang berusaha menyelamatkan diri. Dan total penonton yang tewas sebanyak 56 orang dan ikut mencederai lebih dari 250 lainnya. Ironisnya banyak dari para suporter yang merayakan setelah berhasil keluar dari stadion, seperti mereka berhasil membakar orang atau sebagainya.


5.) Tragedi Luzhniki

  • Tanggal: 20 Oktober 1982
  • Lokasi: Stadion Lenin, Moskow


Kejadian ini terjadi saat perhelatan UEFA Cup antara Spartak Moscow melawan Haarlem pada 20 Oktober 1982. Tragedi ini sengaja ditutupi untuk kebaikan masyarakat Uni Soviet pada waktu itu. Tiket pertandingan ini sebenarnya hanya terjual sedikit, hanya tribun bagian Timur saja yang dipenuhi oleh para suporter, dan hanya satu pintu gerbang keluar yang terbuka.

Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, Spartak Moscow masih memimpin dengan skor 1-0, dan beberapa penonton mulai terlihat meninggalkan lapangan, tetapi saat injury time, Spartak Moscow berhasil mencetak gol kedua oleh Sergei Shyetsov.

Tetapi Sergei Shyetsov mengatakan “akan lebih baik kalo saya tidak mencetak gol tersebut”, dan beberapa penonton yang sebelumnya akan meninggalkan stadion kembali ke dalam dan berhadapan dengan para penonton yang juga ingin keluar, mengakibatkan kepanikan tersendiri yang menyebabkan 66 orang tewas, walaupun banyak saksi yang mengatakan jumlah sebenarnya adalah lebih dari 340 orang. Jika itu benar, maka kejadian ini adalah tragedy terburuk sepanjang sejarah. Dan menurut beberapa saksi, kepanikan saat itu menyebabkan tangga tribun yang licin ambruk sehingga menimbulkan efek domino dan banyak penonton yang terhimpit dan terinjak-injak.


6.) Tragedi Hillsborough

  • Tanggal: 15 April 1989
  • Lokasi: Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris



Tragedi terburuk sepanjang sejarah sepakbola Inggris ini terjadi saat pertandingan semifinal FA Cup antara Liverpool melawan Nottingham Forest yang digelar di stadion Hillsborough ( stadion yang biasa dipakai untuk pertandingan semifinal FA Cup pada tahun 80an).

Saat itu polisi khawatir dengan jumlah fans Liverpool yang cukup banyak di luar stadion, dan membuka pintu gerbang utama yang menyebabkan beberapa fans Liverpool yang masuk melalui gerbang itu secara bersamaan.

Dan saat itu stadion juga sudah penuh dengan para suporter yang sudah siap menyaksikan pertandingan tersebut, akibat desakan para fans Liverpool yang masih berusaha masuk dan memaksa para polisi untuk membuka gerbang masuk lainnya, dengan tujuan para penonton di dalam bisa keluar stadion untuk menghindari kelebihan kapasitas stadion, tapi banyak yang tidak mengerti dan akhirnya para penonton mulai menyelamatkan diri dengan berusaha keluar melalui gerbang lainnya dan ada juga yang memanjat keluar, tetapi keadaan sudah terlambat, banyak suporter yang terhimpit dan sesak nafas.

Total korban tewas saat itu 94 orang dan mengakibatkan 766 lainnya terluka, namun 4 hari setelah kejadian itu, korban bertambah satu menjadi 95 korban, karena gadis 14 tahun yang terluka saat kejadian itu akhirnya meninggal di rumah sakit, dan 4 tahun kemudian kembali bertambah menjadi 96 korban tewas, karena akhirnya pria yang koma akibat kejadian itu meninggal dunia pada tahun 1993.


7.) Tragedi Guatemala

  • Tanggal: 16 Oktober 1996
  • Lokasi: Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala



Tragedi yang mengakibatkan lebih dari 80 orang tewas yang kebanyakan adalah remaja, dan mengakibatkan lebih dari 150 orang luka-luka ini terjadi di Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala.

Saat perhelatan kualifikasi Piala Dunia antara timnas Guatemala melawan timnas Kosta Rika, stadion yang hanya berkapasitas 45.800 itu dipenuhi oleh lebih dari 60.000 penonton, menurut beberapa media saat itu, dikarenakan banyak pihak yang menjual tiket palsu untuk pertandingan tersebut akhirnya penonton melebihi kapasitas.

Tragedi terjadi sekitar satu jam sebelum wasit meniup peluit kick-of, karena penonton semakin bertambah melebihi kapasitas stadion, banyak yang terjepit, terinjak-injak dan patah tulang, dan para ofisial akhirnya membatalkan pertandingan tersebut dan mulai mengevakuasi para korban tewas ke dalam lapangan. Banyak pihak menyalahkan para penjaga pintu gerbang yang terus membiarkan masuk para penonton walaupun sudah melebihi kapasitas stadion.


Baca Juga :


Faktor Penting Yang Harus Di Miliki Pelatih Sepak Bola Untuk Menjadi Pelatih Handal

Pada kesempatan kali ini permainan sepak bola akan mencoba menguraikan lebih detail lagi beberapa faktor penting yang harus dimiliki seorang pelatih sepak bola, jadi jika anda ingin mencari pelatih sepak bola yang baik minimal harus menguasai beberapa keahlian berikut, ataupun jika anda ingin menjadi seorang pelatih sepak bola harus juga bisa menguasanya.

Tanpa lama-lama lagi langsung saja berikut faktor penting seorang pelatih sepak bola, langsung baca dan di terapkan ya agar anda bisa membawa juara untuk tim yang anda latih, serta pengalaman anda semakin meningkat.

Faktor Penting Pelatih/Pembina Sepak bola

Minimal seorang pelatih harus menguasai beberapa keahlian dan mempunyai faktor pendukung yang baik untuk bisa dikatakan menjadi pelatih sepak bola yang profesional

Kualitas
  • Standar sertifikasi D dan C.
  • Sering/banyak ikut pelatihan atau seminar lebih baik, mau belajar (melalui buku, internet, dll).
  • Memiliki semangat, jeli dalam melakukan pembenaran pada pemain.
Kuantitas

Pembina yang berkualitas harus banyak, PSSI Pusat dan pengurus propinsi, mutlak perlu mengadakan kursus-kursus dan seminar kepelatihan. Coach Bert Pentury saat ini tengah melakukan tour ke semua provinsi guna melatih pelatih khusus usia dini/grassroot (U5 - U12).
pelatih sepak bola profesional
Sumber image : ganlob.com
Teladan

Seorang pelatih mutlak harus menjadi teladan baik dalam perkataan dan tingkah laku : tidak suka omong kotor, tepat waktu, bisa menjaga emosi, tidak melakukan pencurian umur, dll.

Motivator

Bukan pencela atau pemaki. Sering dan terus menerus memberikan semangat dengan perkataan dan bahasa tubuh yang positif.

Mengutamakan Pendidikan Formal

Perlu memahami konsep “Student athlete”; seorang pemain adalah seorang murid sekolah, baru kemudian menjadi atlit. Dengan kata lain, sekolah harus diutamakan oleh pemain, pelatih dan orang tua. CI PELATIH YANG BERKUALITAS

Dapat Mengelompokkan Kualitas Masing-Masing Pemain

Pelatih sangat bergantung kepada pemain. Pelatih harus bisa melihat potensi pemain misalnya dengan latihan atau pergantian posisi. Yang diperhatikan adalah : Teknik, Speed dengan bola, Speed tanpa bola, Visi, Penempatan posisi, Karakter atau Mental. Karakter perlu diperhatikan karena karakter adalah faktor penentu kesuksesan pemain itu sendiri sekaligus berpengaruh pada kebersamaan tim.

Berjiwa Pemimpin

Kualitas pelatih sebagai pemimpin sangat berpengaruh pada respek pemain pada pelatih. Sebagai sorang pemimpin pelatih harus :
  • Menjadi Contoh Hidup : Teladan dalam perkataan dan tingkah laku.
  • Mampu menjadi Pengatur / Penengah Hubungan antar manusia : Terutama dibutuhkan saat terjadi perselisihan atau ketegangan antar pemain. Baik di dalam tim sendiri maupun dengan tim lawan .
  • Peduli pada pemain : Tunjukkan kepedulian kepada para pemain, seperti masalah pendidikan atau kesehatan pemain. Jangan sekadar menuntut pemain berprestasi. Kenali dan selalu tunjukkan kepedulian anda pada pemain.
  • Kompeten : Memiliki kemampuan yang memadai untuk duduk di dalam posisi pelatih. Maka perlu untuk terus menerus belajar menambah pengetahuan, baik secara umum maupun dalam bidang kepelatihan.
  • Fair (sifat adil) : Pelatih tidak pilih kasih kepada anak-anak didiknya, melihat potensi terbaik berdasarkan kemampuan, bukan pilih-pilih.
  • Konsisten : Tegakkan peraturan dan hukum. Pujilah pemain tanpa pandang bulu. Setali tiga uang dengan prinsip ini adalah kemampuan pelatih untuk selalu menegakkan peraturan tanpa berubah sejalan dengan waktu.
Pelatih harus mampu/ahli dalam menyusun program latihan

Buatlah program latihan yang :
  • Realistis : Sesuai kebutuhan saat pertandingan.
  • Variatif : Memiliki kreativitas latihan yang beragam dan tidak membosankan.
  • Metodis : Memiliki metode latihan yang tertata rapi dan berjenjang; , bukan sembarangan membuat program latihan.
  • Mencakup semua aspek : Fisik, Teknik, Taktik, Mental dan Karakter.
  • Tematis : Memiliki tema atau tujuan yang dipersiapkan. Dari awal hingga akhir latihan, tema latihan terlihat jelas lewat variasi-variasi latihan yang dipilih. Membuat program yang tematis dikhususkan bagi usia 15 tahun ke atas dan dewasa.
  • Sesuai prinsip “Benang Merah “ : Masing-masing sesi latihan saling berkaitan, saling berhubungan antara latihan yang satu dan yang lainnya sehingga menghasilkan keutuhan latihan yang baik.
  • Terencana (Tertulis) : Untuk dokumentasi dan supaya dapat dikoreksi dari waktu ke waktu. Merencanakan latihan anda bisa mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan sehingga latihan bisa berjalan dengan efektif.
Pengetahuan Taktik

Selain masalah teknik, sepak bola juga sangat ditentukan oleh taktik. Pemahaman mendasar mengenai taktik yang wajib dimiliki oleh seorang pelatih adalah :
  • Taktik bertahan ; Pengertian permainan saat bertahan sebagai individu/grup/tim.
  • Taktik menyerang ; Pengertian permainan saat menyerang sebagai individu / grup/tim.
  • Situasi standar; Lemparan ke dalam, free kick, tendangan penjuru dan goal kick.
  • Taktik hari pertandingan; Penentuan tipe pemain dan formasi yang dipilih, pergantian pemain dan arahan spesifik sesuai kelebihan/kelemahan lawan pada saat bertanding.
Nah cukup sekian dulu yang bisa saya infokan untuk faktor penting yang harus dikuasi pelatih sepak bola, semoga menjadi tambahan ilmu dan pengetahuan baru buat anda semuanya, terimakasih

7 Pemain Top Eropa Yang Berubah Menjadi From Hero To Zero

Dalam dunia sepak bola tidak ada jaminan bahwa seseorang pemain akan selalu menunjukkan performa yang gemilang, ada kalanya sang pemain performanya bisa menjadi berubah menjadi turun drastis. Seperti musim ini banyak fans sepak bola dikejutkan oleh menurun drastisnya performa winger chelsea, Eden Hazard. Lalu ada juga pemain berbakat asal kolombia yaitu James Rodriguez yang musim ini hanya menjadi pengangat bangku cadangan Los Blancos, Real Madrid, lalu juga ada nama Fernando Torres yang mulai menemukan ketajamannya kembali bersama Atletico Madrid, dan Radamel Falcao yang masih berusaha mengembalikan performanya di premier league. Lantas siapa sajakah pemain - pemain yang nasibnya sama seperti nama-nama di atas.

7 Pemain Top Eropa Yang Berubah Menjadi From Hero To Zero.

7. Joe Cole




Cole adalah pemain andalan The Blues, Chelsea. Delapan tahun berseragam Chelsea, Cole pun  pernah merasakan manisnya mengangkat tiga trofi Premier League dan FA Cup.

Pidah ke Liverpool pada musim 2010-2011 jadi awal kehancuran karir Cole. Ia gagal total pada musim pertamanya dan langsung dipinjamkan ke Lille pada musim berikutnya.

West Ham United akhirnya menampung Cole pada tahun 2013. Namun penampilannya tak kunjung membaik dan akhirnya dibuang ke Aston Villa.

Bahkan saat ini Cole bermain untuk klub League One Inggris, Coventry City.


6. Federico Macheda




Mancheda pernah membantu Manchester United memenangi gelar Premier League musim 2008-2009 saat usinya masih 17 tahun, Pernah menjadi pemain yang sangat menjanjikan bersama MU namun Macheda tidak bisa mempertahankan performanya.

Namun di musim-musim berikutnya Macheda tak mampu berkembang. Ia pun melanglang buana bergonta-ganti klub dan saat ini bermain untuk Nottingham Forest.

5. Emanuel Adebayor 



Seperti kebanyakan pemain asal Afrika, Adebayor mengawali karir profesionalnya di Prancis. Nama Adebayor mencuat kepermukaan saat jadi bintang di AS Moncao.

Pada tahun 2006 Arsenal berhasil mendapatkan Adebayor. Empat musim di Emirates Stadium, Adebayor tampil beringas dengan menyarangkan 62 gol dari 142 penampilan.

Ketika memilih Manchester City pada tahun 2009, Adebayor mulai kehilangan ketajamannya. Ia hanya dimainkan sebanyak 34 laga dengan koleksi 15 gol selama empat musim.

Lalu Adebayor sempat melanglang buana dengan memperkuat Real Madrid, Tottenham Hotspurs dan musim ini Adebayor memperkuat Crystal Palace.

4. Mario Balotelli



Bakat saja tidak cukup untuk menjadi pesepakbola yang sukses. Setidaknya pesepakbola pun harus memiliki attitude yang baik disamping memiliki skill yang menawan.

Hal itulah yang dialami Balotelli. Kelakuan bengalnya sendiri yang membuat karirnya terpuruk saat ini.

Sempat menjadi youngster menjajikan saat bermain bersama Inter Milan, namun karena selalu memiliki masalah dengan klub yang dibelanya. Sekarang ia tengah dipinjamkan Liverpool ke AC Milan dan terancam dibuang pada bursa transfer musim panas mendatang karena performanya yang tak kunjung membaik.


3. Fabio Coentrao


Coentrao direkrut Real Madrid dari klub Portugal, Benfica pada tahun 2011 dengan biaya fanstastis yakni senilai 30 juta euro. Madrid tak segan mengeluarkan budget besar demi mendaratkan talenta muda terbaik Portugal pada saat itu.

Di awal musim Coentrao sukses tampil memukau. Namun cedera yang sering kambuh membuat bek 28 tahun itu sulit berkembang. Pada akhirnya ia terpinggirkan dari skuat dan saat ini tengah menjalani masa peminjaman di AS Monaco.

2. Phil Jones




Jones merupakan bek harapan Timnas Inggris di masa depan. Ia dipersiapkan untuk menjadi penerus John Terry karena dianggap memiliki skill bertahan yang komplit.

Manchester United mendapatkan Jones dari Blackburn Rovers pada tahun 2011. Sempat menjadi pemain reguler di skuad MU dan berduet dengan Chris Smalling.Cedera yang terus menghantam Jones membuatnya gagal bersinar. Pada musim 2015/16, Jones pun tidak banyak memberikan kontribusinya bagi Manchester United.

1. Samir Nasri



Nasri sempat digadang-gadang menjadi ‘The New Zinedine Zidane‘. Ia sukses tampil gemilang kala memainkan peran playmaker di Arsenal selama tiga musim (2009-2011).

Pada Agustus 2011, Nasri memutuskan hijrah ke Manchester City dengan biaya 25 juta euro. Bersama The Citizens, performa Nasri cenderung menurun dan hanya dijadikan sebagai pelapis di skuat The Cityzens Cedera engkel menjadi penyebab bagi Nasri sulit bersaing di skuat City yang saat ini dihuni oleh para peman-pemain kelas wahid, seperti Kevin De Bruyne dan David Silva.

Sekian dan Kunjungi terus FTS90

Perjuangan Duo Madrid Menuju Final Liga Champions Musim Ini

Perjuangan Duo Madrid Menuju Final Liga Champions Musim Ini

Tak terasa Liga Champions Eropa sudah mencapai babak final yang akan mempertemukan dua tim sekota, yaitu antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Pertandingan tersebut mengingatkan final Liga Champions 2014 yang mempertemukan dua tim tersebut, yang saat itu Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-1 dan meraih gelar La Decima. Pertandingan final musim ini akan digelar di Sansiro, Milan pada 28 Mei 2016.

Berikut perjuangan Real Madrid menuju final Liga Champions:

Penyisihan Grup A:
Pada penyisihan grup, Real Madrid mendapat tempat di grup A. Saingan terberat Real Madrid pada grup A adalah PSG. Tetapi dengan mudah Real Madrid bisa merajai grup A, yang dihuni juga oleh Shakhtar Donetsk dan Malmo FF.

Berikut hasil pertandingan Real Madrid di penyisihan grup A :

Real Madrid 4 - 0 Shakhtar Donetsk
Malmo FF 0 - 2 Real Madrid   
PSG 0 - 0 Real Madrid
Real Madrid 1 - 0 PSG
Shakhtar Donetsk 3 - 4 Real Madrid
Real Madrid 8 - 0 Malmo FF

Babak 16 besar:
Real Madrid berhasil lolos ke babak 16 besar dengan mudah, karena berada di posisi puncak klasemen, disusul oleh PSG sebagai runner up grup A. Pada babak 16 besar ini, Real Madrid bertemu dengan salah satu klub raksasa Serie A yakni AS Roma.

Leg 1 : AS Roma 0 - 2 Real Madrid
Leg 2 : Real Madrid 2 - 0 AS Roma

Babak perempat final:
Lagi, Real Madrid terlihat sangat mudah untuk lolos ke perempat final setelah berhasil mengalahkan AS Roma dibabak 16 besar dengan agregat 4-0 untuk kemenangan Madrid.

Leg 1: Wolfsburg 2 - 0 Real Madrid
Leg 2 :  Real Madrid 3 - 0 Wolfsburg   

Babak semifinal:
Setelah sebelumnya Madrid terlihat cukup mudah meraih kemenangan, namun untuk bisa lolos ke semi final, Real Madrid mendapat kejutan dari Wolfsburg. Pada leg pertama babk perempat final, Real Madrid harus takluk dengan skor 2-0 dari Wolfsburg, yang kemudian dibalas 3-0 pada leg kedua di Santiago Bernabue. Kali ini Madrid harus menghadapi Manchester City yang baru pertama kali lolos ke babak semi final Liga Champions.

Leg 1: Manchester City 0 - 0 Real Madrid
Leg 2 : Real Madrid 1 - 0 Manchester City



Berikut perjuangan Atletico Madrid menuju final Liga Champions:

Penyisihan Grup C:
Pada Penyisihan grup C, Atletico terlihat cukup mudah dalam meraih kemenangan sehingga berhasil menjadi pemuncak klasemen grup C dengan total point 13.

Galatasaray 0 - 2 Atlético Madrid
Atlético Madrid 1 - 2 Benfica   
Atlético Madrid 4 - 0 Astana
Astana 0 - 0 Atlético Madrid
Atlético Madrid 2 - 0 Galatasaray
Benfica 1 - 2 Atlético Madrid

Babak 16 besar:
Atletico lolos ke babak 16 besar setelah berhasil menjadi pemuncak di grup C. Lawan Atletico Madrid pada babak ini adalah PSV.

Leg 1 : PSV 0 - 0 Atlético Madrid
Leg 2 : Atlético Madrid 0 - 0 PSV (Atletico menang adu penalti 8-7)

Babak perempat final:
Setelah sebelumnya cukup alot untuk Atletico lolos ke babak perempat final dengan mengalahkan PSV lewat adu penalti dengan skor 8-7. Akhirnya Atletico berhasil lolos ke perempat final untuk menantang rivalnya di Liga Spanyol yakni Barcelona.

Leg 1 : Barcelona 2 - 1 Atlético Madrid   
Leg 2 : Atlético Madrid 2 - 0 Barcelona

Babak semifinal:
Atletico lolos ke semi final setelah mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-2. Pada babak semi final ini, Atletico bertemu dengan lawan yang berat yakni Bayern München. Dan akhirnya Atletico berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Bayern München dengan agregat 2-2 karena Atletico berhasil mencetak satu gol tandang.

Leg 1 : Atlético Madrid 1 - 0 Bayern München

Leg 2 : Bayern München 2 - 1 Atlético Madrid

7 Anak Dan Ayah Yang Keduanya Sukses Sebagai Pesepakbola

Orang tua merupakan sosok yang bisa dijadikan tauladan bagi anak-anaknya. Hal ini juga berlaku untuk pesepakbola, kesuksesan sang ayah menjadikan inspirasi bagi dirinya untuk sukses di dunia sepakbola. Tidak jarang juga anak-anak mereka mengikuti jejak ayahnya dengan membela klub yang sama dengan ayahnya. Bahkan dalam beberapa kesempatan anak dan ayah tersebut berada dalam satu tim sebagai pelatih dan pemain.

Berikut 7 Anak Dan Ayah Yang Keduanya Sukses Sebagai Pesepakbola.

7. Ian Wright dan Shaun Wright Philips


​Ian Wright merupakan salah satu penyerang legendaris Inggris, ia juga bersinar di tingkat klub dan sudah menjadi legenda pula di Crystal Palace dan Arsenal. Ian Wright mengumpulkan lima trofi di Arsenal dengan mencetak 185 gol dari 279 penampilan.

Shaun Wright-Phillips merupakan anak angkat dari Ian Wright, walaupun belum mencapai status legenda seperti sang ayah, pencapaiannya di klub dan timnas tidak buruk. Kariernya sebagian besar dihabiskan di Manchester CIty dan Chelsea. Ia mengumpulkan 47 gol dari 275 penampilan di kedua klub tersebut dan memboyong enam trofi juara.

6. Miguel Reina dan Pepe Reina


Miguel Reina merupakan kiper andalan Barcelona dan Atletico Madrid. Ia juga sudah meraih trofi Zamora, penghargaan untuk kiper terbaik Spanyol. Semasa bermain di kedua klub tersebut ia sudah meraih tujuh trofi juara.

Pepe Reina mengikuti jejak ayahnya dengan bermain sebagai kiper juga. Ia sudah mengumpulkan delapan trofi untuk klub yang sebagian besar ia dapatkan di Liverpool. Pepe Reina juga merupakan bagian dari skuat Spanyol pemenang Piala Dunia Afrika Selatan 2010.​

5. Frank Lampard Sr. dan Frank Lampard Jr.


​Ayah anak ini memiliki nama yang sama, sang ayah biasa dipanggil Lampard senior. Sang ayah memang bukan langganan Timnas Inggris, tetapi untuk di tingkat klub, Lampard senior sudah mencapai status legenda. Ia menghabiskan 18 tahun karirnya di West HamUnited dan mengumpulkan dua trofi FA Cup.

Frank Lampard junior memiliki karir yang lebih cemerlang dibanding sang ayah. Di Chelsea ia mengumpulkan 13 trofi juara termasuk tiga kali juara Premier League dan satu kali Champions League. Lampard junior sampai sekarang dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik milik Inggris.

4. Cesare Maldini dan Paolo Maldini


​Mereka berdua merupakan ayah dan anak yang paling sukses sebagai pemain. Cesare meraih empat trofi Serie A dan European Champion bersama AC Milan sebagai kapten. Sang anak, Paolo Maldini meraih trofi yang jauh lebih banyak dari sang ayah. Ia meraih 26 trofi selama 25 tahun karirnya bermain di AC Milan, dengan tujuh trofi Serie A dan lima kali juara Champions League.

3. Mazinho, Thiago dan Rafinha Alcantara


​Mazinho merupakan gelandang andalan Brazil ketika mereka menjuarai Piala Dunia AS 1994, Mazinho sempat bermain di Italia sebelum mengakhiri karirnya di Spanyol.

Kedua anaknya, Thiago Alcantara dan Rafinha Alcantara merupakan salah satu talenta terbaik saat ini. Thiago Alcantara yang merupakan jebolan La Masia diproyeksikan untuk menggantikan Xavi sebelum akhirnya pindah ke Bayern Munchen. Sedangkan sang adik, Rafinha sampai sekarang masih bermain di Barcelona.

Yang unik dari kedua anak Mazinho ini adalah mereka berdua bermain di Timnas berbeda. Thiago Alcatantara memilih untuk bermain di Timnas Spanyol sedangkan Rafinha memilih untuk bermain di Brasil.

2. Jean Djorkaeff dan Youri Djorkaeff


​Sang ayah, Jean Djorkaeff menghabiskan sebagian besar karirnya di liga Prancis dan sudah bermain di 500 pertandingan lebih bersama Lyon, Marseille, dan PSG. Jean juga merupakan anggota skuat Prancis di Piala Dunia Inggris 1966.

Karir Youri Djorkaeff lebih mentereng karena dia membawa Prancis juara Piala Dunia Prancis 1998 dan Euro 2000. Selain itu di tingkat klub dia bisa membawa klubnya, PSG dan Inter Milan menjuarai UEFA Cup.

1. Danny Blind dan Daley Blind


​Danny Blind merupakan salah satu pemain tersukses Ajax Amsterdam. Bersama Ajax dia mengumpulkan 17 trofi juara. Ia juga sudah bermain sebanyak 42 kali untuk Timnas Belanda. Sayangnya dia tidak turut dalam skuat Belanda ketika mereka menjuarai Euro 1988.

Daley Blind juga memiliki karier yang terhitung sukses seperti ayahnya. Dia sudah mengumpuklan empat trofi untuk Ajax. Selain itu dia juga merupakan bagian dari skuat Belanda ketika mereka meraih posisi ketiga di Piala Dunia Brasil 2014. Sekarang Daley Blind bermain di Manchester United.

Sekian dan Kunjungi terus FTS90
Jelang leg 2 : Real Madrid Vs Manchester City

Jelang leg 2 : Real Madrid Vs Manchester City

Babak semi final Liga Champions musim ini sudah mendapat satu tim yang lolos ke babak final yang akan digelar di San Siro. Pertandingan leg ke 2 yang menentukan siapa yang akan menghadapi Atletico Madrid yang lolos ke final dengan mengalahkan Bayern Munchen 2-1 dini hari tadi, yaitu antara tuan rumah Real Madrid melawan tim yang pertama kali melaju ke semi final Liga Champions yakni Manchester City.

  • ·  Kembalinya Cristiano Ronaldo

Menjelang pertandingan besar pada leg ke 2 antara Real Madrid Vs Manchester City pada semi final Liga Champions, kabar gembira datang dari skuad Los Blancos,  karena pemain andalannya, Cristiano Ronaldo berkesempatan besar kembali bermain.

Hal tersebut diungkap pada akun twitter @realmadriden, Minggu (01/05/2016), yang memperlihatkan Cristiano Ronaldo sudah kembali menjalani sesi latihan bersama para punggawa Real Madrid lainnya sehingga mempertegas peluangnya untuk kembali membela El Real di leg ke 2.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Cristiano Ronaldo sempat absen sebanyak tiga pertandingan yang dilakoni Real Madrid, ia mengalami cedera sehingga membuat pesepakbola berkebangsaan Portugal tersebut harus menjalani proses pemulihan.

"Ronaldo baik-baik saja, dia fit 100%. Dalam sepekan dia sudah berlatih dengan tim utama. Kami bersyukur dia bisa pulih lebih cepat," kata pelatih Madrid, Zinedine Zidane.
"Menghadapi Manchester City, kami harus sabar dan tidak boleh panik. Kami akan memainkan sepak bola seperti biasanya. Tak ada strategi khusus, apalagi untuk mengawal Sergio Aguero yang jadi sosok penting di kubu Manchester City," jelasnya yang dilansir dari situs UEFA.


  • ·  Prediksi

Pada pertandingan leg kedua Semifinal Liga Champions ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Hal ini dikarenakan pada leg pertama kedua tim memperoleh hasil seri dan keduanya sama-sama berambisi untuk lolos ke final Liga Champions, di mana El Real mengincar trofi Un Decima mereka sedangkan The Citizens berhasrat untuk lolos ke partai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kemungkinan kedua tim untuk lolos ke final sama-sama besar. Namun pada leg ke 2 ini Real Madrid mendapat keuntungan dengan bermain di kandang sendiri, sedangkan City harus menjalani dua partai tandang berurutan. Tetapi Real Madrid sedikit tidak diuntungkan karena mereka gagal mencetak gol tandang, sehingga mereka tidak boleh membiarkan Manchester City meraih keunggulan gol tandang pada pertandingan ini.

Perkiraan susunan pemain :
Real Madrid:
Navas; Carvajal, Ramos, Pepe, Marcelo; Modric, Kroos, Isco; Bale, Jese, Ronaldo

Man City:
Hart; Sagna, Otamendi, Kompany, Clichy; Fernando, Fernandinho; Navas, De Bruyne, Sterling; Aguero


Prediksi FTS90 pada laga ini adalah 3-1. Bagaimana prediksi Anda?
Diberdayakan oleh Blogger.